Nuzulul Qur’an: Al-Qur’an sebagai Pedoman dan Kunci Sukses Kehidupan I (28/04)
Nuzulul Qur’an: Al-Qur’an sebagai Pedoman dan Kunci Sukses Kehidupan

Jakarta | pta-jakarta.go.id (28/04)
Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta mengadakan peringatan Nuzulul Qur’an dalam Pembinaan Mental Aparatur Pengadilan Agama di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta. Acara dimulai dari pembukaan oleh MC H. Bangbang Sri Pancala, SH. Sp.I, MH. kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh A. Djudairi Rawiyan, S.H. Hadir dalam pembinaan mental tersebut Wakil Ketua, para Hakim Tinggi, Panitera dan Sekretaris, Ketua PA se-DKI Jakarta, Pejabat Struktural/Fungsional dan para Pelaksana serta PPNPN PTA DKI Jakarta.
Ketua PTA DKI Jakarta, Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H. dalam sambutannya bahwa ada beberapa ayat memberikan isyarat tentang turunnya Al-Qur’an. Nuzulul Quran atau diturunkannya Al Quran merupakan salah satu peristiwa umat manusia yang terbesar pada bulan Ramadhan. "Peristiwa ini terjadi pada malam 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum hijrah, atau bertepatan dengan bulan Juli tahun 610 Masehi. Peringatan Nuzulul Quran harus benar-benar menjadi momentum umat Islam agar kembali membaca, menelaah dan memahami kandungan alquran karena Al-Qur’an merupakan pedoman dan kunci sukses dalam kehidupan kita sebagai umat Islam.

Kemudian acara dilanjutkan dengan tausyiah oleh Hakim Tinggi Bapak Dr. H. Mulyadi Z., S.H., M.Ag menjelaskan, Al-Quran diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril di Gua Hira Arab Saudi pada malam qadar yaitu malam yang penuh kemuliaan. Al-Quran menjadi mata air dan sumber ilmu pengetahuan bagi manusia. Peringatan Nuzulul Quran malam ini sejatinya menyadarkan manusia bahwa Alquran telah bersejarah dalam kehidupan manusia.
"Al-Quran menjadi petunjuk dan pedoman bagi manusia, sebagai pembeda antara yang haq dan yang bathil," ujarnya. Al-Quran juga mengisyaratkan untuk membaca dan mempelajarinya selama Ramadhan. "Maka, diharapkan kita dapat memperoleh hidayah, memahami serta menerapkan penjelasannya,"

Hal ini diungkapan oleh Pak Mulyadi bahwa pada saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama sangatlah menakjubkan. Wahyu pertama itu menjadi pembuka wahyu-wahyu selanjutnya turun, dan menjadi pedoman kehidupan seluruh umat Islam, yaitu Al-Quran. Dan beliau berpesan “terima apa yang Allah SWT. tentukan, kesempurnaan diri sendiri jangan menyalahkan orang lain, sembah Allah dan harus percaya Allah SWT. Maha Pengasih dan Maha Penyayang. (Drm.MY.humas.pta.dki)
