PTA Jakarta Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama SMAP Tahun 2026 (27/4)
PTA Jakarta Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama SMAP Tahun 2026
Jakarta |pta-jakarta.go.id
Pengadilan Tinggi Agama Jakarta (PTA Jakarta) menggelar penandatanganan Komitmen Bersama Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) pada Senin (26/4/2026), di Aula PTA Jakarta. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua PTA Jakarta, Dr. Drs. Muh Abduh Sulaeman, serta diikuti oleh Wakil Ketua, para Hakim Tinggi, dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan PTA Jakarta.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kepala Badan Pengawasan Nomor 18/BP/SK.PW1.1.1/III/2026 tentang Penunjukan Satuan Kerja Pelaksana Sistem Manajemen Anti Penyuapan Tahun 2026. Berdasarkan keputusan tersebut, PTA Jakarta ditetapkan sebagai salah satu satuan kerja (satker) dengan tahap pembangunan mandiri.
Kegiatan diawali dengan pembacaan komitmen bersama Sistem Manajemen Anti Penyuapan oleh Ketua PTA Jakarta yang diikuti oleh seluruh peserta, mulai dari Wakil Ketua, para Hakim Tinggi hingga seluruh aparatur PTA Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama SMAP sebagai bentuk keseriusan dalam menerapkan budaya kerja yang bersih dan berintegritas
Penandatanganan komitmen ini menjadi wujud nyata seluruh aparatur PTA Jakarta dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, transparan, dan akuntabel, serta memastikan lingkungan peradilan yang bersih dari praktik penyuapan.
Dalam arahannya, Ketua PTA Jakarta, Dr. Drs. Muh Abduh Sulaeman, menyampaikan bahwa penandatanganan komitmen ini merupakan langkah awal dalam pembangunan SMAP di PTA Jakarta. Ia menyampaikan rasa optimisme bahwa program tersebut dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan capaian sesuai harapan.
Menurutnya, secara substansif, nilai-nilai yang terkandung dalam SMAP sebenarnya telah lama diterapkan di lingkungan PTA Jakarta, seperti penolakan terhadap penyuapan, gratifikasi, dan pungutan liar. “Sebenarnya pembangunan SMAP di PTA Jakarta tidaklah sulit, karena selama ini kita sudah terbiasa menolak penyuapan, gratifikasi, maupun pungutan liar. Secara substantif sudah kita laksanakan, namun kini perlu kita formalkan dan perkuat kembali kesadaran kita agar tidak ada kelalaian sekecil apa pun," tegasnya.
Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan zero tolerance (nol toleransi) terhadap segala bentuk penyimpangan. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada integritas masing-masing individu. "Untuk mengubah suatu organisasi, harus berawal dari perubahan individu. Pembangunan SMAP ini adalah program bersama yang hanya bisa terlaksana jika setiap individu berkontribusi aktif dan saling mengingatkan," pungkas Ketua PTA Jakarta.
Dengan adanya penandatanganan komitmen bersama ini, diharapkan seluruh jajaran PTA Jakarta semakin memperkuat integritas dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penulis : Ridwan
Editor : Muhiddin
