Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta Hadiri Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung 2026 (10/2)

logo

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta Hadiri Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung 2026 (10/2)

Written by admin on .

Written by admin on . Hits: 42

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta Hadiri

Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung 2026

Peradilan Tepercaya, Rakyat Sejahtera”.

Jakarta, pta-jakarta.go.id (10/2)

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta menghadiri Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung pada hari Selasa, 10 Februari 2026 di ruang Ballroom Gedung Mahkamah Agung, Jakarta

Ketua Mahakamah Agung Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., memimpin Laporan tahunan yang kali ini mengangkat tema “Peradilan Tepercaya, Rakyat Sejahtera”.

Laporan Tahunan Mahkamah Agung merupakan agenda tahunan Mahkamah Agung untuk menyampaikan capaian kinerja yang telah dilakukan oleh Mahkamah Agung selama setahun sebelumnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Presiden Indonesia, yang dalam hal ini diwakili oleh Menteri Kooridator Bidang Hukum dan HAM, Imigrasi dan Kemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Izza Mahendra, S.H., M.Sc., Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial dan Non Yudisial, para Ketua Kamar Mahkamah Agung, Hakim Agung, Hakim Adhoc.

Hadir pula Hakim Agung Mahkamah Agung Malaysia, Hakim Agung Mahkamah Agung Singapura, Hakim Agung Mahkamah Agung Kuwait, Hakim Agung Mahkamah Agung Qatar, Delegasi Sudan, Delegasi Australia, Delegasi China, Delegasi Iran, Delegasi Kuwait, Delegasi Malaysia, Delegasi Korea Selatan, Jabatan Kehakiman Syariah Sarawak.

Turut hadir pula Jaksa Agung, Panglima TNI, Kepala Kepolisian RI, para duta besar negara sahabat, para purnabakti pimpinan Mahkamah Agung, para ketua pengadilan tingkat banding dan para ketua pengadilan tingkat pertama seluruh Indonesia, dan undangan lainnya.  

Mengawali laporan tahunannya, Ketua MA menyampaikan Laporan Tahunan Mahkamah Agung merupakan bentuk pertanggungjawaban institusional kepada publik. 

“Laporan Tahunan ini merupakan wujud akuntabilitas Mahkamah Agung beserta seluruh badan peradilan di bawahnya, yang memuat capaian kinerja, tantangan, serta berbagai inovasi sepanjang tahun 2025,” katanya.

Tema “Pengadilan Tepercaya, Rakyat Sejahtera” dipilih untuk menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap pengadilan hanya dapat tumbuh melalui integritas dan profesionalitas aparatur peradilan.

“Peradilan yang dijalankan dengan integritas akan melahirkan kepercayaan, dan kepercayaan terhadap hukum merupakan pondasi utama bagi terwujudnya kesejahteraan rakyat,” ujar Prof. Sunarto dalam kegiatan sidang istimewa laporan tahunan 2025. 

Dalam laporan tahunannya, Sunarto mengemukakan tentang kinerja Mahkakah Agung dan Badan Peradilan Di Bawahnya, yang kemudian dirinci sesuai tingkatan peradilan. Mulai dari tingkat Mahkamah Agung, Tingkat Banding dan Tingkat Pertama untuk semua Empat Lingkungan Peradilan pada Tahun 2025.

Beban perkara pada Mahkamah Agung Tahun 2025 sebesar 38.148 perkara, putus 37.973 dan menyisakan 175 perkara, naik 22,51 % di bandingkan dengan Tahun 2024 yang menyisakan 230 perkara.

Beban perkara Tingkat Banding untuk Empat Lingkungan Peradilan Tahun 2025, sebesar 64.377, putus 51.855 perkara, naik 10,66 % dari Tahun 2024.

Beban pada Tingkat Pertama untuk Empat Lingkungan Peradilan Tahun 2025 sebesar 2.922.727 perkara. Berhasil diputus 2.918.625 perkara. Dalam lima tahun terakhir, secara konsisten sisa perkara mencapai kurang dari 3 %.

Dalam laporan tahunannya, Sunarto mengemukakan tentang kinerja Mahkakah Agung dan Badan Peradilan Di Bawahnya, yang kemudian dirinci sesuai tingkatan peradilan. Mulai dari tingkat Mahkamah Agung, Tingkat Banding dan Tingkat Pertama untuk semua Empat Lingkungan Peradilan pada Tahun 2025.

Beban perkara pada Mahkamah Agung Tahun 2025 sebesar 38.148 perkara, putus 37.973 dan menyisakan 175 perkara, naik 22,51 % di bandingkan dengan Tahun 2024 yang menyisakan 230 perkara.

Beban perkara Tingkat Banding untuk Empat Lingkungan Peradilan Tahun 2025, sebesar 64.377, putus 51.855 perkara, naik 10,66 % dari Tahun 2024.

Beban pada Tingkat Pertama untuk Empat Lingkungan Peradilan Tahun 2025 sebesar 2.922.727 perkara. Berhasil diputus 2.918.625 perkara. Dalam lima tahun terakhir, secara konsisten sisa perkara mencapai kurang dari 3 %.

Dakam penanganan perkara berbasis ecourt, Mahakamah Agung dan Badan Peradilan Di Bawahnya berpotensi mengurangi penggunaan kerta hingga 866 ton dan menyelamatkan 10.263 pohon, 2.309.133.600 liter air dan 805.631 Kg emisi Co2.

Dalam kesempatan itu, Ketua MA menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas dukungan kebijakan yang memperkuat lembaga peradilan. 

Prof. Sunarto juga menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia atas sinergi dalam pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan. Apresiasi juga disampaikan kepada Kepolisian Republik Indonesia atas dukungan dalam pengamanan pelaksanaan eksekusi perkara perdata. 

Menutup laporan tahunannya, Ketua MA mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar Mahkamah Agung atas dedikasi dan pengabdiannya sehingga Mahkamah Agung dapat meraih capaiannya yang bermakna bagi masyarakat.

Dan berpesan mengajak seluruh warga peradilan untuk menjaga marwah lembaga peradilan dengan menjadikan integritas sebagai nilai utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan kepercayaan publik yang terus diperkuat, Mahkamah Agung meyakini peradilan mampu berperan nyata dalam mendukung terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Penulis: Asti

Editor: Muhiddin

Hubungi Kami

Pengadilan  Tinggi Agama Jakarta

Jalan Raden Inten II No. 3, Duren Sawit,
Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta (13440)

Telp:  (021) 86902313

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

     

Flag Counter