Upaya Penguatan Integritas dengan Muhasabah Diri Pada Bintal Terakhir Tahun 2025 (31/12)
Upaya Penguatan Integritas dengan Muhasabah Diri
Pada Bintal Terakhir Tahun 2025
Jakarta|pta-jakarta.go.id (29/12)
Bimbingan Mental terakhir pada Tahun 2025 jatuh pada Senin, 29 Desember 2025. Materi berjudul MUHASABAH DAN PENGUATAN INTEGRITAS APARATUR MELALI BINTAL 2025, disampaikan oleh Drs. H. Nemin Aminuddin, S.H., M.H., hakim tinggi sekaligus Ketua Bina Rohani PTA Jakarta.
Mengawali ceramahnya, Beliau berpantun
Pergi berlayar menuju seberang,
Membawa perahu di kala petang.
Bila ibadah kita semakin terancang,
Hidup terasa lebih tenang.
Sepanjang tahun 2025, setiap hari Senin selepas apel, kita bersama-sama melaksanakan Bimbingan Mental (Bintal). Kegiatan ini kita jalankan secara bergantian pemateri dan beragam topik, dengan satu tujuan utama Membentuk pribadi aparatur yang beriman, berintegritas, disiplin, sehat lahir batin, serta siap melayani dengan sebaik-baiknya.
Selama setahun ini, kita telah mengkaji banyak tema. Mari kita sejenak mengingat kembali:
1. Semangat Ibadah
Kita diingatkan bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban, tapi sumber kekuatan ruhani. Dengan ibadah yang khusyuk—shalat tepat waktu, dzikir, sedekah—Allah SWT akan melapangkan urusan kita. Karena tugas utama kita : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ (Adz-Dzariyat :56)
2. Kedisiplinan
Disampaikan bahwa disiplin adalah bagian dari iman. Datang tepat waktu, mematuhi aturan, dan menjaga etika kerja adalah cerminan akhlak seorang muslim. فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا : “ Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah shalat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin. “(An-Nisa : 103)
3. Hubungan Sesama Pegawai
Kita diajak menjaga ukhuwah: saling menghargai, tidak menyakiti dengan ucapan, saling menolong, dan bekerja dalam suasana harmonis. Karena keberkahan itu turun ketika kita rukun. اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَSesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati. ( Al-Hujurat: 10)
4. Kinerja dan Integritas
Kita diingatkan untuk bekerja amanah, jujur, dan profesional. Jabatan adalah titipan, bukan kebanggaan. Integritas adalah benteng utama kita. قُلْ يٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌۚ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ مَنْ تَكُوْنُ لَهٗ عَاقِبَةُ الدَّارِۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai kaumku, berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung. (al-An’am : 135)
5. Ikhtiar Kesehatan ala Rasulullah SAW
Kita belajar menjaga tubuh sebagai amanah Allah: وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ Apabila aku sakit, Dialah (ALLAH) yang menyembuhkanku. (Asy-Syu’ara : 80)
Pola hidup sehat,menjaga kebersihan, serta mengikuti ikhtiar kesehatan seperti Totok Punggung dan Paz Al-Kasaw dalam kegiatan bakti social (berbekam/hijamah, insya Allah menyusul).
6. Kiat Sehat Menurut Islam
Tidak berlebihan dalam makan, menjaga pikiran positif, cukup istirahat, serta memperbanyak syukur dan sabar. وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ “….dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. (al-A’raf : 31)
7. Kiat Sukses Dunia Akhirat
Sukses tidak hanya dinilai dari karir, tetapi dari: ketakwaan, akhlak yang baik, kontribusi terhadap sesama, dan kesiapan menghadapi hari akhir. اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ(“ …Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti. (Al-Hujurat: 13)
8. Mengingat Kematian
Menghadirkan rasa muraqabah—bahwa setiap langkah kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Dengan begitu, kita lebih berhati-hati dalam bersikap. كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ( “ Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kemudian, hanya kepada Kami, kamu dikembalikan”.(al-Ankabut :57)
Hari ini Beliau hanya ingin mengajak kita semua bermuhasabah:
Sudahkah ilmu yang kita dengar selama setahun ini kita amalkan?
Sudahkah ibadah kita meningkat?
Sudahkah disiplin kita membaik?
Sudahkah kita menjaga kebersamaan?
Sudahkah kinerja kita mencerminkan integritas?
Sudahkah kita menjaga kesehatan sebagai amanah Allah?
Karena ilmu tanpa amal hanyalah catatan.
Namun ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya.
Pada kesempatan itu, Beliau menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Bintal ini—para Ustaz, Ustazah/ pemateri, Tim Kerohanian, dan seluruh rekan aparatur PTA Jakarta.
Sebagai Ketua Tim Kerohanian, Beliau juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelaksanaan program ini masih banyak kekurangan, belum maksimal dalam melayani, ataupun ada hal yang kurang berkenan di hati Bapak/Ibu sekalian. Semoga ke depan kita dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembinaan mental dan spiritual di lingkungan kita tercinta.
Ajakan…..
Marilah kita jaga komitmen:
beribadah dengan ikhlas,
bekerja dengan amanah,
hidup sehat dengan syukur,
dan menjaga akhlak dalam setiap langkah.
Hadir KPTA Jakarta, Dr. Drs. H.Abduh Sulaiman. S.H. M.H, para hakim tinggi, pejabat fungsional dan struktural yang mempunyai jadwal work from office, karena dalam tiga hari terakhir PTA Jakarta mengikuti program Kementrian Menpan RB dalam memberlakukan wfa dan wfo.
Penulis: Asti
Sumber data: Materi Bintal 29122025
