KPTA Jakarta Saksikan Badilag Tandatangani MOU dengan BSI, Tingkatkan Pelayanan Keuangan Pengadilan (3/12)
KPTA Jakarta Saksikan Badilag Tandatangani MOU dengan BSI, Tingkatkan Pelayanan Keuangan Pengadilan
Jakarta, pta-jakarta.go.id (3/12)
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta, Muh. Abduh Sulaiman menyaksikan salah satu langkah monumental dalam modernisasi peradilan agama Indonesia di Lantai 6 The Tower, Kantor Pusat PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Rabu, 3 Desember 2025.
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI dan BSI meresmikan perpanjangan kemitraan strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama.
Dokumen bersejarah ini ditandatangani langsung oleh dua pucuk pimpinan Direktur Utama BSI, H. Anggoro Eko Cahyo, M.M., dan Direktur Jenderal Badilag, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., disaksikan secara hybrid oleh 446 pimpinan Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama se-Indonesia.
Bank Syariah Indonesia merupakan perbankan utama pada lingkungan peradilan agama, cukup menjanjikan di masa mendatang. Ini meruapan pertemuan dua jiwa yang berpegang teguh pada nilai nilai syariah, sebuah bentuk komitmen bersama.
Kolaborasi ini bukan sekadar nota kesepahaman biasa, melainkan sebuah blueprint transformasi yang menyentuh tiga sendi krusial sekaligus sensitif dalam sistem peradilan: keuangan perkara, pemenuhan hak pasca-perceraian, dan eksekusi putusan. Sinergi antara otoritas peradilan dan kekuatan perbankan syariah terbesar di Nusantara ini bertujuan membangun ekosistem layanan hukum yang lebih transparan, akuntabel, berpihak pada keadilan, dan sepenuhnya mengadopsi prinsip syariah.
“Ini adalah ikhtiar kolektif kita untuk memanusiakan layanan peradilan,” ujar Dirjen Badilag, Drs. H. Muchlis”.
“Kita tidak hanya ingin memutus perkara dengan adil, tetapi juga memastikan bahwa setiap hak yang lahir dari putusan itu benar-benar sampai ke tangan yang berhak, dengan cara yang mudah, cepat, dan amanah. BSI, dengan jaringan dan prinsip syariahnya, adalah mitra ideal untuk mewujudkan hal ini”.
Pernyataan tersebut diamini oleh Direktur Utama BSI, H. Anggoro Eko Cahyo. “Sebagai bank syariah terbesar, misi kami melampaui bisnis semata. Kami hadir untuk menjadi solusi dan fasilitator dalam seluruh siklus kehidupan ekonomi umat, termasuk dalam momen-momen hukum yang krusial seperti ini. Integrasi sistem keuangan syariah yang modern dengan otoritas peradilan akan menciptakan governance yang lebih baik, mengurangi friksi, dan pada akhirnya meningkatkan kepercayaan publik.”
Pada acara tersebut hadir pula, para pejabat Eselon 1 Ditjen Badilag, juga Ketua, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama sewilayah Jabodetabek.
Penulis: Asti
Editor: Muhiddin
